Minggu, 30 November 2014

FOCUS GROUP DISCUSSION(FGD) BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA MALANG BEKERJASAMA DENGAN STIMIK-STIE ASIA MALANG “MEMBANGUN GENERASI SEHAT DAN PRODUKTIF TANPA PENYALAHGUNAAN NARKOBA UNTUK MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015”

Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia telah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan, bahkan saat ini Indonesia dalam status Darurat Narkoba. Kalangan yang paling rentan untuk terjadinya penyalahgunaan Narkoba adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Untuk mengantisipasi dan mencegah semakin maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Kalangan mahasiswa, pada hari Sabtu, 29 November 2014, BNN Kota Malang bekerjasama dengan STIMIK-STIE ASIA Malang mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Generasi Sehat dan Produktif Tanpa Penyalahgunaan Narkoba Untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015”. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memiliki kesadaran dan kewaspadaan dalam mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kalangan mahasiswa.
Kegiatan yang dipandu oleh moderator dari BNN Kota Malang, Pristiwanto Nugroho, S.IKom menghadirkan narasumber:
1. Kepala BNN Kota Malang, Hennry Budiman, S.Sos, MM;
2. Ketua STIMIK-STIE ASIA Malang Ir. TeguhWibowo, MM; dan
3. dosen FISIP Universitas Brawijaya Ilhamuddin, S.Psi, MA.
Strategi yang dilakukan oleh BNN untuk menghadapi MEA 2015 adalah melakukan pengendalian antara permintaan dan persediaan (supply and demand) narkoba. Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 diperlukan tenaga kerja yang sehat dan produktif tanpa narkoba, agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri.
Hennry Budiman dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bukan hanya tugas BNN, tetapi merupakan tugas seluruh masyarakat Indononesia, sehingga diperlukan sinergi dengan banyak pihak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar